__ketika cinta bertasbih__
rasa cinta kepada Allah yang luar biasa yang menggetarkan hatimu.
Sehingga ketika yang ada di hatimu adalah Allah, yang lain
dengan sendirinya menjadi kecil dan terusir.
Kedua, rasa rindu kepada Allah yang dahsyat sampai hatimu merasa merana.
Jika kau merasa merana karena rindu kepada Allah,
kau tidak mungkin merana karena rindu pada yang lain.
Jika kau sudah sibuk memikirkan Allah,
kau tidak akan sibuk memikirkan yang lain.
“Karena hatimu miskin cinta dan rindu kepada Allah,
jadinya kau dijajah oleh cinta dan rindu pada yang lain
Mencintai makhluk itu sangat berpeluang menemui kehilangan.
Kebersamaan dengan makhluk juga berpeluang mengalami perpisahan.
Hanya cinta kepada Allah yang tidak.
Jika kau mencintai seseorang ada dua kemungkinan diterima dan ditolak.
Jika ditolak pasti sakit rasanya.
Namun jika kau mencintai Allah pasti diterima.
Jika kau mencintai Allah,
engkau tidak akan pernah merasa kehilangan.
Tak akan ada yang merebut Allah yang kaucintai itu dari hatimu.
Tak akan ada yang merampas Allah.
Jika kau bermesraan dengan Allah,
hidup bersama Allah,
kau tidak akan pernah berpisah dengannya.
Allah akan setia menyertaimu.
Allah tidak akan berpisah darimu.
Kecuali kamu sendiri yang berpisah dari-Nya.
Cinta yang paling membahagiakan dan menyembuhkan
adalah cinta kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”
“Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi,
selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati,
atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana!“
